Postingan

"Pablo Neruda: Setengah Abad Sudah Abadi", oleh Njoto

Gambar
Disalin dari Harian Rakjat , 10 Djuli 1954. Njoto menulis dengan nama pena Iramani. Besok, tg. 11 Djuli, akan berkumpul dikota Santiago, Chili, be-ribu2 kalau tidak ber-puluh2ribu Rakjat, diorganisasi oleh sebuah Panitia terdiri dari pengarang dan pemenang Hadiah Seni Nasional, Pedro de la Barra, pendiri Orkestra Simfoni, Armando Carvajal, ketua Parlemen dan novelis, Baltasar Castro, direktur Perpustakaan Universitet Chili, Hector Fuenzalida, pengarang dan direktur Museum Kesenian Rakjat, Tomas Lago, dan banjak lagi. Mereka akan memperingati genap setengah abad umur salah seorang pengarang dan putera Chili, Pablo Neruda. Jang paling baik dapat memperkenalkan seorang penjair, bukanlah seseorang lainnja. Jang paling baik dapat memperkenalkan seseorang penjair adalah sjair2 penjair itu sendiri! Dan sjair2 Pablo Neruda bukannja tidak terkenal dikalangan pembatja Indonesia. Se-kurang2nja 6 buah sadjaknja — jang pada umumnja pandjang2 — sudah diterdjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Belum la...

"Teka-teki Dua Chávez," oleh Gabriel García Márquez

Gambar
“ El enigma de los dos Chávez ”, Gabriel García Márquez. Dimuat pertama kali dalam Revista Cambio , Februari 1999. Diterjemahkan dari terbitan ulang untuk memperingati wafatnya Chávez di Revista Anfibia yang diberi judul “El sol de tu bravura” . Pada 1999, tak lama sebelum Hugo Chávez Frías resmi dilantik sebagai presiden terpilih Venezuela, Gabriel García Márquez mewawancarainya di atas pesawat dalam penerbangan dari Havana ke Caracas. Seraya mereka bercakap, sang Nobelis dari Kolombia itu menjumpai sebuah kepribadian yang tidak cocok dengan gambaran despot yang dibentuk oleh media. Ada dua Chávez. Yang mana yang benar? Inilah profil sang presiden yang masuk militer agar bisa bermain bisbol, yang bisa merapal puisi-puisi Neruda atau Walt Whitman luar kepala, dan yang meninggal kena kanker pada usia 58 tahun. Patung lilin García Márquez dan Hugo Chávez di museum di Kuba (foto: Reuters) Presiden Carlos Andrés Pérez turun sore itu dari pesawat yang membawanya balik dari Davos, Swiss, da...

"Salju," oleh Julia Álvarez

Gambar
"Salju" karya Julia Álvarez, dalam antologi cerita sangat pendek Amerika Latin yang saya susun, Matinya Burung-burung (Moka Media, 2015) hlm. 106 mengalami kesalahan cetak yang cukup fatal karena terpotong tak selesai. Pemuatan di blog ini sebagai koreksi sekaligus permintaan maaf kepada pembaca. Tahun pertama di New York kami menyewa apartemen kecil dekat sebuah sekolah Katolik yang diasuh oleh suster-suster Karitas, para perempuan kekar dengan gaun hitam panjang dan kap rambut yang membuat mereka terlihat khas, seperti boneka sedang berkabung. Aku suka sekali mereka, terutama guru kelas empatku yang seperti nenek sendiri, Suster Zoe. Aku punya nama yang indah, katanya, dan ia menyuruhku mengajari seisi kelas cara melafalkannya. Yo-lan-da . Sebagai satu-satunya imigran di kelas, aku didudukkan di bangku spesial baris depan dekat jendela, terpisah dari anak-anak lain agar Suster Zoe bisa mengajariku secara khusus tanpa mengganggu mereka. Perlahan-lahan ia mengeja rangkaian k...