Postingan

Menampilkan postingan dengan label Musik

Musik dan García Márquez

Gambar
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari artikel Rafael Lam di harian Granma Internacional , Havana, 22 Maret 2012 . Rafael Lam adalah kolumnis musik Amerika Latin, sebelumnya pernah menulis “García Márquez y el bolero.” Gambar diambil dari Mariana Solanet, ilustrasi: Héctor Luis Bergandi, García Márquez para principiantes  (Buenos Aires: Era Naciente SLR, 1999). Tahun ini dunia merayakan ulang tahun ke-85 Gabriel García Márquez, sang ikon Amerika Latin. Untuk menghormati penulis Kolombia itu, Cien años de soledad (Seratus Tahun Kesunyian) , novelnya yang terpenting, dirilis di internet. Heriberto Fiorillo, seorang intelektual dan budayawan Kolombia, baru-baru ini mengunjungi Havana dalam pemutaran perdana film dokumenter La cueva itinerante o García Márquez y su grupo de Barranquilla (Jelajah Gua, atau García Márquez dan Gerombolan Barranquilla) . Dokumenter ini mengulas sekelompok kawan di seputar peraih Nobel Sastra 1982 itu, yang biasa bertemu di toko buku te...

Trench Town Rock, oleh Mario Vargas Llosa

Gambar
“Trench Town Rock”, Mario Vargas Llosa. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari artikel dalam rubrik “ Opinión”, El País , 16 Januari 1995. Dihadapkan pada laju tak terbendung pasukan Cromwell, yang menginvasi Jamaika pada 1655, kolonis-kolonis Spanyol membebaskan seribu lima ratus budak mereka, yang lari menghilang ke balik belukar raya. Mereka muncul kembali pada abad-abad berikutnya yang penuh gejolak dengan nama Maroon (diturunkan dari nama cimarrón atau budak pelarian ) dan diselimuti aura bengal tak terjinakkan. Dari garis keturunan yang gagah berani inilah lahir Marcus Garvey pada 1887, rasul gerakan ‘negritud’ dan penganjur kembalinya kulit hitam Amerika ke Afrika, yang tanpanya kultus Rastafari takkan pernah melampaui perbatasan Ja­maika dan tanpanya Bob Marley takkan menjadi siapa adanya ia. Oleh Marcus Garveylah konon nubuat ini disampaikan (sekalipun para sejarawan membantahnya): “Lihatlah Afrika di mana seorang raja hitam dinobatkan. Dialah Sang Pe...

Shakira, oleh Gabriel García Márquez

Gambar
“Shakira”, Gabriel García Márquez. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari artikel dalam rubrik “ En primera persona”, Revista Cambio , Juni 1999. Artikel ini menampakkan kekaguman García Márquez pada fenomena Shakira yang waktu itu baru berusia 20 tahunan. Artikel ini pula yang kemudian mengakrabkan keduanya yang berasal dari satu kampung di Barranquilla, Kolombia. Ketika Love in the Time of Cholera difilmkan, García Márquez secara khusus meminta Shakira menyumbangkan lagu untuk film itu, dan Shakira pun menyanyikan tiga lagu: "Hay Amores", "Despedida", dan "Pienso en Ti". Shakira terbang dari Miami ke Buenos Aires pada 1 Februari, dikejar-kejar oleh seorang wartawan yang ingin menanyakan satu pertanyaan saja di telepon untuk suatu program radio. Atas sejumlah alasan, si wartawan gagal menemuinya dalam 27 hari ke depan, lantas kehilangan jejak Shakira di Spanyol pada minggu pertama Maret. Satu-satunya yang dimiliki wartawan itu cuma ...

Revolusi Nanti Akan Stereo

Gambar
“The Revolution Will Be in Stereo”, Silvana Paternostro. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari The New York Times Magazine , 10 Januari 1999. Menyusuri Calle 23, jalan utama Havana, dalam Volkswagen kap terbuka yang disetir David Calzado, rasanya seperti menyusuri Sunset Boulevard bersama Puff Daddy. Tiap orang –baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang sedang menunggu bis, menggenjot sepeda bikinan Cina, atau cuma berjalan kaki—melambaikan tangan, tersenyum, menjerit, atau mencoba menjamah pentolan Charanga Habanera ini, band tari paling top dan kontroversial di Kuba. Bahkan sedikit orang yang beruntung bisa punya mobil membunyikan klaksonnya. Calzado dengan senang menjalani status bintangnya ini. Ia tiupkan ciuman ke mana-mana. Ia melambai dan mengklakson balik. Ia tos dengan seorang pria yang naik mobil tua Amerika dari zaman pra-Castro dan melajukan mobil peraknya dengan ban berpelek lebar itu. VW-nya sudah 10 tahun, tapi keren, langka dan mewah di Hava...