Postingan

"Teka-teki Dua Chávez," oleh Gabriel García Márquez

Gambar
“ El enigma de los dos Chávez ”, Gabriel García Márquez. Dimuat pertama kali dalam Revista Cambio , Februari 1999. Diterjemahkan dari terbitan ulang untuk memperingati wafatnya Chávez di Revista Anfibia yang diberi judul “El sol de tu bravura” . Pada 1999, tak lama sebelum Hugo Chávez Frías resmi dilantik sebagai presiden terpilih Venezuela, Gabriel García Márquez mewawancarainya di atas pesawat dalam penerbangan dari Havana ke Caracas. Seraya mereka bercakap, sang Nobelis dari Kolombia itu menjumpai sebuah kepribadian yang tidak cocok dengan gambaran despot yang dibentuk oleh media. Ada dua Chávez. Yang mana yang benar? Inilah profil sang presiden yang masuk militer agar bisa bermain bisbol, yang bisa merapal puisi-puisi Neruda atau Walt Whitman luar kepala, dan yang meninggal kena kanker pada usia 58 tahun. Patung lilin García Márquez dan Hugo Chávez di museum di Kuba (foto: Reuters) Presiden Carlos Andrés Pérez turun sore itu dari pesawat yang membawanya balik dari Davos, Swiss, da...

"Salju," oleh Julia Álvarez

Gambar
"Salju" karya Julia Álvarez, dalam antologi cerita sangat pendek Amerika Latin yang saya susun, Matinya Burung-burung (Moka Media, 2015) hlm. 106 mengalami kesalahan cetak yang cukup fatal karena terpotong tak selesai. Pemuatan di blog ini sebagai koreksi sekaligus permintaan maaf kepada pembaca. Tahun pertama di New York kami menyewa apartemen kecil dekat sebuah sekolah Katolik yang diasuh oleh suster-suster Karitas, para perempuan kekar dengan gaun hitam panjang dan kap rambut yang membuat mereka terlihat khas, seperti boneka sedang berkabung. Aku suka sekali mereka, terutama guru kelas empatku yang seperti nenek sendiri, Suster Zoe. Aku punya nama yang indah, katanya, dan ia menyuruhku mengajari seisi kelas cara melafalkannya. Yo-lan-da . Sebagai satu-satunya imigran di kelas, aku didudukkan di bangku spesial baris depan dekat jendela, terpisah dari anak-anak lain agar Suster Zoe bisa mengajariku secara khusus tanpa mengganggu mereka. Perlahan-lahan ia mengeja rangkaian k...

Pengantar yang Tak Seberapa Pendek untuk Kumpulan Cerita Sangat Pendek

Gambar
Pengantar untuk kumpulan cerita sangat pendek Amerika Latin, Matinya Burung-burung , yang akan diterbitkan oleh Moka Media Genre cerita sangat pendek, dengan pelbagai macam varian dan istilahnya, tampaknya makin populer belakangan ini. Mengutip beberapa contoh dari Indonesia saja kita bisa menyebut, misalnya, komunitas Fiksimini yang sebagian anggotanya telah menerbitkan kumpulan Cemburu itu Peluru (2011) dan Dunia di Dalam Mata (2013); para penulis blog 100kata yang juga telah menerbitkan kumpulan 100Kata: Kumpulan Cerita 100 Kata (2009); pasangan penulis Primadonna Angela dan Isman H. Suryaman yang telah menerbitkan Flash Fiction: Jangan Berkedip! (2006); juga komunitas Fiksimini Basa Sunda yang khusus menulis cerita sangat pendek dalam bahasa Sunda. Belum lagi para cerpenis yang lebih “konvensional“ yang juga memasukkan satu atau dua cerita sangat pendek dalam buku kumpulan cerpennya. Popularitas ini oleh sebagian pengamat dipulangkan pada perubahan sosial dan teknologi yang memenga...