Postingan

"Sinema," oleh Carlos Fuentes

Gambar
Catatan: Diterjemahkan oleh Ronny Agustinus dari “Cine,” bab 7 dalam buku Carlos Fuentes, En esto creo (2002). Secara harafiah judul buku ini berarti “Inilah yang kupercayai”. Di sini, novelis terbesar Meksiko ini mendaftar dari A sampai Z hal-hal yang ia yakini secara politik dan estetik. Pada abjad “C”, ia menulis “Cine”. Fuentes memang dekat dengan dunia film dan banyak menulis skenario. Salah satunya, bersama Gabriel García Márquez, ia menggarap skenario Tiempo de morir   (1966) yang disutradarai oleh Arturo Ripstein. Beberapa novel Fuentes sendiri juga telah diangkat ke layar lebar. Istri pertama Fuentes (1959-1973) adalah aktris Rita Macedo. Ia juga menjalin hubungan asmara dengan aktris Jeanne Moreau and Jean Seberg. Eksperimen seksualnya dengan Seberg –pemeran perempuan dalam À bout de souffle-nya Godard—dituangkannya dalam novel Diana o la cazadora solitaria (1994).   Carlos Fuentes (kiri), Luis Buñuel (tengah), Julio Cortazar (kanan) Dari semua bentuk seni abad ke-...

Selamat Jalan, Comandante!

Gambar
Cuentos del arañero , Hugo Chávez. Editor: Orlando Oramas León dan Jorge Legañoa Alonso. Caracas: Vadell Hermanos Editores, 2012. Hugo Chávez meninggal pagi ini. Seharusnya berita ini tak terlalu mengejutkan, karena memang telah cukup lama pemimpin sosialisme abad ke-21 itu bergulat melawan kanker. Tapi tetap saja terasa menyesakkan. Bahkan mungkin bagi yang anti kepadanya. Seorang teman menulis dalam statusnya, “Tanpa Chávez dunia akan membosankan.” Chávez penting karena di tengah seruan Thatcher “There is no alternatif!” atau renungan Fukuyama bahwa kapitalisme adalah semacam akhir sejarah, ia menunjukkan pada dunia bahwa alternatif itu masih ada. Proyek politik sosialisme belum berakhir. Keyakinan tersebut tak terbentuk dalam semalam. Dalam buku semacam memoarnya, Cuentos del arañero (2012), Chávez mengisahkan masa-masa pendewasaan politiknya mulai sejak kanak-kanak hingga dinas militernya. Buku ini sendiri sebenarnya adalah kumpulan anekdot yang dikumpulkan oleh jurnalis Orlando ...

“Arpillera”: Kain Perca Perlawanan

Gambar
Ulasan atas  Marjorie Agosín, Tapestries of Hope, Threads of Love: The Arpillera Movement in Chile , terjmh. Celeste Kostopulos-Cooperman (Rowman & Littlefield, 2007) dengan kata pengantar Isabel Allende ; dan Marjorie Agosín, Scraps of Life: Chilean Arpilleras , terjmh. Cola Franzen (Zed Books, 1987). Gambar-gambar diambil dari kedua buku tersebut. Bagaimanakah ibu-ibu dengan kain perca, jarum, dan benang bisa melawan sebuah rezim militer? Kisah ini bermula pada 11 September 1973, sebuah tanggal historis dalam sejarah Amerika Latin dan Cile khususnya, ketika pemerintahan sah presiden sosialis Salvador Allende yang terpilih melalui pemilu demokratis digulingkan oleh kudeta militer Jenderal Augusto Pinochet dengan dukungan CIA. Mirip Indonesia? Memang. Pinochet memetik inspirasinya dari kudeta terselubung Soeharto pada 1965, sampai-sampai operasi sabotase ekonomi dan demonstrasi-demonstrasi rekayasa anti-Allende pun dinamai “Plan Djakarta.” Sejak awal 1973, kata-kata “Ya viene...