Postingan

Don Kisot atau Don Kihote?

Gambar
Sebagai karya klasik, bisa dipastikan banyak pembaca di Indonesia tahu mengenai (meski belum tentu membaca)  El ingenioso hidalgo don Quixote de la Mancha atau sering disingkat Don Quxiote , novel karangan Miguel de Cervantes Saavedra yang terbit pertama kali pada 1605. Dalam survei yang disebar di kalangan para penulis dunia tahun 2002, Don Quixote bahkan menduduki peringkat pertama “karya sastra terbaik sepanjang masa.” Namun, yang tidak banyak diketahui orang adalah pelafalannya yang benar. Don Quxiote seringkali dibaca “don Kisot”, padahal semestinya adalah “don Kihote” (dengan e seperti pada “tempe”). Bagaimana salah kaprah ini terjadi? Saya kira ada dua penyebabnya: Pertama , dalam bahasa Indonesia “x” memang dibaca “ks” dan bukan “h”, sehingga otomatis orang mengidentikkan “x” pada Quixote sebagai “s”. Kedua , Abdul Moeis ikut “bertanggungjawab” mempopulerkan salah kaprah ini melalui terjemahannya Don Kisot de la Mancha , yang terbit pertama kali pada 1933. Don Kisot terjem...

Infografis Gabriel García Márquez

Gambar
Hanya eksperimen iseng belaka karena sedang tertarik mendalami infografis. Aslinya dibuat dalam ukuran A3 resolusi tinggi, sehingga bisa dijadikan poster. Data yang terkumpul soal García Márquez dan bisa diinfografiskan sebenarnya lebih banyak daripada yang muat terpampang di sini.

Chávez dan Revolusinya

Gambar
Catatan: Tulisan lama ini saya sampaikan pertama kali pada 2006 dalam diskusi pendamping pemutaran film dokumenter The Revolution Will Not Be Televised (2003) karya Kim Bartley dan Donnacha Ó Briain di kantor Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), Jakarta. Di sini saya menggambarkan bahwa dalam konteks Amerika Latin dan Venezuela khususnya, militer bisa menjadi kekuatan progresif dan revolusioner. Tapi –dan ini harus digarisbawahi—TIDAK dalam konteks Indonesia! Hal ini perlu saya tekankan karena sebagian pendukung Prabowo dalam bursa calon presiden 2014 membuat persamaan bahwa Prabowo adalah militer progresif yang bisa membuat perubahan mendasar seperti Chávez (beberapa tulisan internet telah memajang judul “Prabowo, Hugo Chavez-nya Indonesia?”) Baca baik-baik sejarah Hugo Chávez untuk tahu betapa ia tidak bisa disamakan dengan Prabowo. Saat menjadi tentara, Chávez memberontak melawan rezim oligarki Venezuela, ia membangun jaringan perlawanan dengan aktivis-aktivis kiri dan progresif ...