Postingan

Trench Town Rock, oleh Mario Vargas Llosa

Gambar
“Trench Town Rock”, Mario Vargas Llosa. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari artikel dalam rubrik “ Opinión”, El País , 16 Januari 1995. Dihadapkan pada laju tak terbendung pasukan Cromwell, yang menginvasi Jamaika pada 1655, kolonis-kolonis Spanyol membebaskan seribu lima ratus budak mereka, yang lari menghilang ke balik belukar raya. Mereka muncul kembali pada abad-abad berikutnya yang penuh gejolak dengan nama Maroon (diturunkan dari nama cimarrón atau budak pelarian ) dan diselimuti aura bengal tak terjinakkan. Dari garis keturunan yang gagah berani inilah lahir Marcus Garvey pada 1887, rasul gerakan ‘negritud’ dan penganjur kembalinya kulit hitam Amerika ke Afrika, yang tanpanya kultus Rastafari takkan pernah melampaui perbatasan Ja­maika dan tanpanya Bob Marley takkan menjadi siapa adanya ia. Oleh Marcus Garveylah konon nubuat ini disampaikan (sekalipun para sejarawan membantahnya): “Lihatlah Afrika di mana seorang raja hitam dinobatkan. Dialah Sang Pe...

Shakira, oleh Gabriel García Márquez

Gambar
“Shakira”, Gabriel García Márquez. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus dari artikel dalam rubrik “ En primera persona”, Revista Cambio , Juni 1999. Artikel ini menampakkan kekaguman García Márquez pada fenomena Shakira yang waktu itu baru berusia 20 tahunan. Artikel ini pula yang kemudian mengakrabkan keduanya yang berasal dari satu kampung di Barranquilla, Kolombia. Ketika Love in the Time of Cholera difilmkan, García Márquez secara khusus meminta Shakira menyumbangkan lagu untuk film itu, dan Shakira pun menyanyikan tiga lagu: "Hay Amores", "Despedida", dan "Pienso en Ti". Shakira terbang dari Miami ke Buenos Aires pada 1 Februari, dikejar-kejar oleh seorang wartawan yang ingin menanyakan satu pertanyaan saja di telepon untuk suatu program radio. Atas sejumlah alasan, si wartawan gagal menemuinya dalam 27 hari ke depan, lantas kehilangan jejak Shakira di Spanyol pada minggu pertama Maret. Satu-satunya yang dimiliki wartawan itu cuma ...

Mati Satu Mati Semua

Gambar
A Funny Dirty Little War Osvaldo Soriano Terjemahan Inggris oleh Nick Caistor dari  No habrá más penas ni olvido  (1980) Readers International, 1986 Persoalan kecil melebar ke mana-mana, dan sebelum tindakan bisa dilakukan, ia sudah berbiak kelewat besar untuk bisa ditangani dengan cara-cara normal. Banyak komedi diformat dengan rumusan demikian. Beberapa episode serial teve  Mr. Bean misalnya, berawal dari hal-hal sesepele kehilangan karcis kereta sehingga si tokoh kesulitan untuk keluar dari stasiun tanpa kena denda, dan berakhir dengan terjebaknya si tokoh dalam kereta barang yang meluncur hingga ke Rusia. Begitu pula novelet Osvaldo Soriano yang kocak dan tragis ini. Awalnya cuma politiking kelas teri di sebuah kota kecil fiktif bernama Colonial Vela, di sebuah provinsi Buenos Aires, Argentina: ketua Dewan Kota Ignacio Fuentes bersama wakilnya Mateo Guastavino hendak didongkel dari kedudukannya oleh konspirasi beberapa orang: Sekjen Partai Peronis setempat, Inspektu...

Bulan Salah Tempat (atau: Seberapa Penting Detail Faktual dalam Sastra?)

Gambar
Bahan diskusi ringan yang saya bawakan untuk Diskusi Sabtuan di Cak Tarno Institute, Stasiun UI Depok, sekitar Juni 2006. Rupanya bukan Sitor Situmorang saja yang pernah salah menulis soal bulan. Kita tentu ingat puisi satu barisnya MALAM LEBARAN Bulan di atas kuburan yang banyak menimbulkan debat "ilmiah": Mana ada bulan di malam lebaran? Penyair Inggris Samuel Taylor Coleridge (1772-1834) malah lebih parah lagi. Dalam puisinya yang terkenal "Rime of the Ancient Mariner" dia menulis: Till clomb above the eastern bar The hornèd moon, with one bright star Within its nether tip. (Hingga mendaki ke atas ambang sungai timur Bulan sabit, dengan satu bintang cerlang Di antara kedua runcingnya.) Padahal bintang tidak mungkin terlihat di antara kedua runcing bulan sabit! Karena letaknya lebih jauh dari bulan, maka sisi gelap bulan pasti menutupinya dari pandangan kita di bumi.(1) Ada lagi Edgar Allan Poe dalam cerpen "Descent to the Maelstrom". 'Maelstrom...

Pujian untuk Membaca dan Karya Fiksi: Pidato Penerimaan Hadiah Nobel Sastra 2010, oleh Mario Vargas Llosa

Gambar
“Elogio de la lectura y la ficción,” Mario Vargas Llosa.  Disampaikan sebagai pidato penerimaan Hadiah Nobel Sastra 2010 di hadapan Akademi Swedia, Stockholm, 7 Desember 2010. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus. Saya belajar membaca pada umur lima tahun, di kelas Bruder Justiniano di Colegio de la Salle, Cochabamba (Bolivia). Ini hal terpenting yang pernah berlangsung dalam hidup saya. Hampir tujuh puluh tahun sesudahnya saya masih ingat jelas kegaibannya, menerjemahkan kata-kata dalam buku menjadi imaji-imaji, memperkaya hidup saya, mendobrak sekat-sekat ruang dan waktu dan memungkinkan saya berkelana bersama Kapten Nemo dua puluh ribu mil ke dasar laut, bertarung bersama d’Artagnan, Athos, Portos, dan Aramis melawan intrik-intrik yang mengancam Ratu pada zaman Richelieu yang culas, atau berjalan terseret-seret di bawah tanah Paris, berubah menjadi Jean Valjean, membopong badan lembam Marius di punggung. Membaca mengubah mimpi menjadi hidup dan hidup menjad mim...